Sabtu, 12 Juni 2010

Desa Belega Dinilai Lomba KB-Kes



Hidup sehat merupakan dambaan setiap orang. Namun ditengah terpaan badai krisis ekonomi, kesehatan merupakan sesuatu hal yang sangat mahal. Malah saat ini, status kesehatan masyarakat di Indonesia masih rendah, Hal ini dapat dilihat dari angka kematian ibu (AKI) maupun angka kematian bayi (AKB) masih sangat tinggi. Kenyataan ini diungkapkan oleh Wakil Ketua TP.PKK Propinsi Bali, Ny Bintang Puspayoga, saat menghadiri penilaian Lomba KB-Kes tingkat propinsi di Desa Belega, Kamis, (11/2).
Bintang Puspayoga juga mengingatkan masyarakat tidak hanya terbatas di Desa Belega saja, agar membangkitkan kembali pos-pos kesehatan di desa seperti Posyandu maupun Polindes karena terbukti pos-pos inilah sebagai ujung tombak kesehatan di masyarakat. ” Jika unit terkecil yaitu keluarga sudah mampu mengembangkan hidup sehat, maka otomatis derajat kesehatan masyarakat akan meningkat,” kata Bintang Puspayoga.
Sementara itu sambutan Bupati Gianyar yang dibacakan oleh Wabup, Dewa Sutanaya mengatakan lomba KB-Kes ini sangat penting karena dapat mempercepat SDM masyarakat khususnya di bidang kesehatan keluarga. Wakil Bupati Gianyar juga mengungkapkan kekagumannya atas partisipasi masyarakat Desa Belega, meski mereka disibukkan oleh urusan masing-masing, namun pada lomba ini mereka mampu menampilkan yang terbaik. ” Saya harap apa yang sudah baik ini dapat dipertahankan terus, jangan hanya dipersiapkan pada saat menjelang lomba saja,” harap Dewa Sutanaya.
Untuk lomba KB-Kes ini, Desa Belega yang menjadi wakil Kabupaten Gianyar, akan dinilai dalam 4 kriteria yaitu kriteria pelaksana terbaik posyandu, pelaksana terbaik prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pelaksana terbaik lingkungan bersih dan sehat dan kriteria pelaksanaterbaik PKK-KB Kesehatan.(keg)

Desa Belega


Deskripsi

Pada waktu pemerintahan Dalem Ketut pada abad ke 17 ada beberapa patih yang sangat terkenal, dan salah satunya adalah Ki Kebo Iwa berkedudukan di Blahbatuh Gianyar. Sebuatan Blahbatuh pada waktu itu belum nampak. Kemudian setelah Ki Kebo Iwa inilah Blahbatuh menjadi terkenal, karena Patih Kebo Iwa sangat kebal dan tangguh tidak dapat dikalahkan oleh musuh-musuhnya. Kata Blahbatuh berasal dari kata Bala dan Batu. Bala berarti rakyat dan batu artinya kuat. Bala batu inilah langsung diartikan bahwa rakyat pernah dipimpin oleh orang yang sangat kuat dan terkenal serta kantong tebal yaitu Ki Kebo Iwo yang berkedudukan di Blahbatuh. Desa Belega belum muncul pada waktu itu, mengingat wilayah Belega ini masih dikuasai oleh Bala Batu (Blahbatuh). Terbukti sampai saat sekarang masih dapat dibuktikan dan terkenal dengan sebutan Blahbatuh Tuwe, diantaranya : (1) Desa Buruan, (2) Desa Blahbatuh, (3) Desa Belega, (4) Desa Saba, (5) Desa Pering. Belega sebenarnya berasal dari kata-kata Bala Aga yang artinya Bala=rakyat dan Aga=asli. Bala Aga ini mencerminkan kebenaran daripada keaslian penduduk bahwa Belega asli penduduk Blahbatuh yang sampai sekarang masih di bawah Kecamatan Blahbatuh,

Desa Belega termasuk Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, terdiri dari 4 (empat) Banjar yaitu :
- Banjar Jasri
- Banjar Belega Kanginan
- Banjar Kebon Kaja
- Banjar Kebon kelod
Dengan jumlah penduduk kurang lebih 2900 jiwa. Sebagian besar punduduknya bergerak d sektor pertanian, dan sektor kerajian. Yang sangat menarik dari Desa Belega ini adalah, bahwa desa ini terkenal sebagai pusat kerajinan dari bambu yang antara lain berupa : kursi, tempat tidur, meja hias, almari dan lain-lainnya.
Dan satu hal lagi desa ini mempunyai keunikan dalam bidang Parhyangan (hubungan manusia dengan Hyang Widhi Wasa) dimana ada dua Pura Dalem, dan masing-masing satu Pura Puseh dan Pura Desa.
Pura Dalem yang pertama d empon atau d sungsung oleh tiga banjar yakni banjar Jasri, banjar Belega Kanginan dan banjar Kebon Kaja
Pura Dalem yang kedua di empon atau di sungsung oleh satu banjar saja yakni banjar Kebon Kelod,

Untuk mencari Desa Belega ini tidak lah sulit, dapat ditempuh melalui dua jalur yaitu dari kota Gianyar ke arah Selatan yang jaraknya 3 km, sedangkan dari barat yaitu jalan ke timur dari perempatan pasar Blahbatuh ke Belega. Jaraknya dari Denpasar 30 km. Untuk ke Desa Belega dapat ditempuh dengan mobil atau sepeda motor dan jalan dalam kondisi yang bagus.

Hampir setiap hari Desa Belega ini dikunjungi oleh wisatawan mancanegara maupun Nusantara yang ingin membeli atau memesan kerajinan bambu serta pernak pernik lainnya yang bebahan dasar dari bambu untuk keperluan rumah tangga atau hotel/restourant.(D'a)